Bandar Lampung, MAN 2 (Humas)— MAN 2 Bandar Lampung menggelar Workshop KMA 1503 Tahun 2025 dalam Implementasi Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta dan Kokurikuler Tahun 2026, yang dilaksanakan di Aula MAN 2 Bandar Lampung, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan pemangku kepentingan madrasah, di antaranya Kepala Bidang Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Marwansyah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung Makmur, Kepala Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung Agus Apriansyah, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Ahmad Rifai, Kepala Tim GTK Kemenag Provinsi Lampung Roswidan, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Bandar Lampung Said Karimin, Pengawas Pembina Madrasah Faizaluddin, Kepala MAN 2 Bandar Lampung Nauval, Kaur TU MAN 2 Bandar Lampung, para widyaiswara Loka Diklat Keagamaan Bandar Lampung, perwakilan peserta Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 2 Bandar Lampung, serta para guru MAN 2 Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bandar Lampung Nauval menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan implementasi KMA 1503 Tahun 2025 secara optimal, khususnya dalam penguatan kurikulum berbasis cinta dan pengembangan kegiatan kokurikuler pada tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapan guru serta tenaga kependidikan dalam menerjemahkan kebijakan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran di madrasah.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Marwansyah, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya KMA 1503 Tahun 2025 sebagai landasan penguatan karakter, nilai-nilai kemanusiaan, dan moderasi beragama melalui pendekatan kurikulum berbasis cinta. Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berkepribadian kuat.
Workshop ini dirancang sebagai wadah penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam memahami kebijakan terbaru Kementerian Agama, sekaligus forum diskusi dan berbagi praktik baik antar pendidik. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Bandar Lampung diharapkan mampu menjadi madrasah yang siap dan adaptif dalam mengimplementasikan kebijakan kurikulum nasional secara efektif dan berkelanjutan.(Humas)
