Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) – Di tengah pesatnya arus informasi digital, fungsi kehumasan kini tak lagi tak sekadar dokumentasi. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung menggelar pertemuan strategis yang melibatkan seluruh stakeholder kehumasan di wilayahnya pada Selasa (7/10/2025).
MAN 2 Bandar Lampung, yang diwakilkan oleh Ratna Septy Indrayani selaku Pokja Humas tampil sebagai salah satu peserta dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi untuk menyajikan informasi yang akurat, cepat dan terpercaya bagi masyarakat. Bertempat di Hotel Nuris, Jalan Rasuna Said, Bandar Lampung, acara ini menjadi ajang bagi para praktisi Humas Kemenag untuk menyamakan visi.
Plt. Kepala Kanwil Provinsi Lampung, H. Erwinto, dalam sambutannya menegaskan bahwa fungsi kehumasan menjadi garda terdepan dalam menyampaikan program dan kebijakan Kementerian Agama kepada publik. ”Humas bukan sekedar dokumentator kegiatan, melainkan juga jembatan komunikasi yang efektif antara lembaga dan masyarakat. Melalui sinergi antarunit kerja, kita dapat menghadirkan layanan informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya, ”ujarnya.
Pertemuan ini bukan hanya sekadar seremonial, berbagai materi digelar dari Kadis Kominfo sebagai pemateri serta sesi diskusi membahas tuntas mulai dari penguatan citra positif instansi, peningkatan kompetensi di ranah publikasi digital, hingga optimalisasi kanal informasi resmi. Ini sejalan dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 7 Tahun 2021 yang mendorong tata kelola komunikasi publik yang profesional dan transparan.
Kehadiran Kepala MAN 2 Bandar Lampung, Nauval bersama pejabat lain antara lain H. Kasimun (Kasubbag Tata Usaha) dan H.Lukman Hakim (Kepala MAN 1 Bandar Lampung), menegaskan posisi strategis madrasah dalam ekosistem kehumasan. Madrasah, sebagai ujung tombak layanan pendidikan agama, memiliki peran penting untuk menyuarakan program dan inovasi ke publik. Pertemuan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, agar setiap informasi positif dari madrasah dapat tersebar luas dan membangun kepercayaan masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan perumusan rencana tindak lanjut bersama ini menunjukkan keseriusan Kemenag Lampung dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Langkah ini merupakan fondasi penting untuk memastikan bahwa pesan-pesan layanan keagamaan dan pendidikan madrasah tersampaikan dengan efektif, tidak hanya menjadi sekadar berita, tetapi juga sebagai bukti nyata komitmen lembaga kepada masyarakat. (Humas)
