Siswa MAN 2 Bandar Lampung Ikuti Sosialisasi Tentang Sampah dan Safety Riding oleh Forum CSR Lampung

Siswa MAN 2 Bandar Lampung Ikuti Sosialisasi Tentang Sampah dan Safety Riding oleh Forum CSR Lampung

Bandar Lampung, MAN 2 (Humas) – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung memberikan sosialisasi dan sharing knowledge tentang sampah sebagai bahan baku ekonomi dan safety riding kepada siswa MAN 2 Bandar Lampung pada Jum’at (26/08/22) bertempat di lapangan dan aula madrasah setempat.

Kegiatan yang merupakan prakarsa Ketua Komite madrasah, Adi Susanto, S.Par. tersebut dibuka oleh Kepala madrasah, Drs. Nauval dan diikuti oleh seluruh siswa dengan nara sumber dari gabungan perusahaan dan Lembaga yang ada di Lampung, diantaranya PT. Konverta Mitra Abadi, PT. Coca Cola, BNI Metro dan Tanjungkarang, Danon Aqua, JNE, TDM Honda dan Adiyatama tour and Travel.

Kepala Madrasah, Drs. Nauval saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada forum CSR yang telah menyempatkan waktu untuk memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan sampah dan keamanan dalam berkendaraan. Ia meminta kepada seluruh siswa untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan dapat mengambil manfaat dari apa yang akan disampaikan nanti.

“Hari ini kita mendapatkan keistimewaan dengan hadirnya gabungan perusahaan yang akan memberikan sosialisasi tentang sampah yang selama ini dianggap tidak penting, ternyata akan memberikan keuntungan jika bisa dimanfaatkan dengan benar, Kemudian, Honda juga akan menjelaskan tentang bagaimana cara berkendaraan dengan benar agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Setelah sambutan kepala madrasah, Direktur PT. Konverta, Sunano berkesempatan mewakili forum CSR untuk menyampaikan agenda sosialisasi pada hari itu. Ia mengatakan bahwa forum CSR memiliki perhatian terhadap masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan yang juga berdampak positif bagi lingkungan.

“Kali ini kami hadir di MAN 2 Bandar Lampung ini sebagai sekolah yang memiliki insan akademik yaitu siswa-siswi yang tentunya merupakan bagian dari masyarakat. Pada kesempatan ini kami mengangkat topik tentang sampah yang ternyata dapat diubah menjadi bahan baku yang secara ekonomi dapat menjadi sebuah tantangan sekaligus peluang,” terangnya.

“Bersama Honda, kami juga ingin mengajak adik-adik untuk lebih memahami tentang bagaimana berkendara dengan bijak dan baik agar terhindar dari kecelakaan yang kerap terjadi pada pengendara motor roda dua. Semoga adik-adik dapat mengikutinya dengan baik karena selain nanti akan mendapatkan banyak door prize yang terutama adalah mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Setelah acara pembukaan, seluruh siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok, dimana kelas X dan XI tetap berada di lapangan untuk mengikuti sosialisai tentang Safety riding yang disampaikan oleh tim dari Honda serta dilanjutkan dengan servis dan ganti oli gratis. Kelompok kelas XII diarahkan menuju aula untuk mengikuti sosialisasi tentang sampah sebagai bahan baku ekonomi yang disampaikan oleh  gabungan perusahaan selain Honda.

Pada sesi overview, tim dari CSR yang diwakili oleh Manager Coca Cola, Yayan Sopiyan membahas tentang Permasalahan Sampah. Dalam paparannya Ia menjelaskan bahwa sampah menjadi sebuah permasalahan yang sejak dahulu belum terselesaikan.

Karena permasalahan sampah itu memang kompleks, maka penting untuk mengenal jenis-jenis sampah agar bisa mengolah dengan tepat. Hal itu dikatakan Direktur Konverta, Sunano di sesi kedua. Menurutnya sampah itu bisa berdasarkan sifat, bentuk hingga sumbernya.

“Jenis pertama yaitu sampah organik atau sampah dari bahan-bahan hayati, misalnya sampah dapur, sisa makanan,kulit buah, daun, ranting, sayuran dan buah-buahan.  Jenis selanjutnya yaitu sampah anorganik berupa sampah logam, plastik, kaca, keramik yang tidak bisa diurai oleh alam atau mikroorganisme. Dan terakhir adalah Sampah B3 yang merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya atau racun,” urainya.

“Kita mencoba menemukan solusi tentang bagaimana menangani sampah-sampah tersebut, yaitu dengan mengolah dan memanfaaatkan sampah tersebut sebagai bahan baku ekonomi,” tutupnya.

Sementara itu BNI mengajak siswa untuk membuka peluang menghasilkan uang dari sampah dengan memanfaatkan bank sampah dimana siswa dapat memilah sampah yang bisa didaur ulang agar dapat dijual ke bank BNI dan siswa dapat membuka rekening khusus untuk Bank sampah tersebut.

“Sampah-sampah tersebut akan diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku ekonomi oleh perusahan-perusahaan yang dapat mengolah sampah-sampah tersebut. Sementara pengiriman sampah akan dibantu oleh JNE yang akan menyalurkan sampah-sampah tersebut ke tempat yang seharusnya. Sehingga dari sampah, peluang bisnis bisa diperoleh para siswa,” kata Erika, perwakilan dari Bank BNI. (Eva/Ida/Adi)


27/08/2022 21:12, Dilihat 2197 kali