Bandar Lampung, MAN 2 (Humas)– MAN 2 Bandar Lampung menggelar kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah Tahun Ajaran 2025–2026 yang resmi dibuka pada Kamis (26/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Februari 2026, tersebut dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Nauval. Dalam sambutannya, Nauval menegaskan bahwa Pesantren Ramadan merupakan program pembinaan keagamaan yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap ajaran Islam sekaligus membentuk karakter religius dan berakhlak mulia. “Ramadan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah, kedisiplinan, serta kepedulian sosial peserta didik,” ujarnya.
Berdasarkan rundown kegiatan, hari pertama diawali dengan Klinik Tahsin (tadarus Al-Qur’an), dilanjutkan salat dhuha, pembukaan dan pengarahan, serta materi Fahmil Qur’an tentang filosofi salat. Kegiatan hari pertama juga diisi dengan persiapan aksi sosial dan ditutup dengan pelaksanaan aksi sosial berbagi takjil.
Memasuki hari kedua, peserta kembali mengikuti Klinik Tahsin, rangkaian Fahmil Qur’an (Who Am I ?, Sholatun, Shilatun & Shalawatun, serta Dzikirullah), salat dhuha, dan salat zuhur berjamaah yang dirangkai dengan pembacaan Asmaul Husna. Pada hari ini juga dilaksanakan persiapan dan pelaksanaan aksi sosial berbagi takjil yang melibatkan OSIM-MPK serta siswa kelas XI.
Sementara itu, hari ketiga difokuskan pada praktik ibadah bertema “Khusyuk & Sholah” yang dipandu oleh tim pembimbing. Kegiatan tetap diawali dengan tahsin dan ditutup dengan salat zuhur berjamaah serta Asmaul Husna.
Koordinator aksi sosial, Deden Nurhakim, bersama OSIM-MPK MAN 2 Bandar Lampung, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk implementasi nilai kepedulian dan kebersamaan di bulan suci. Takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud nyata semangat berbagi dan mempererat hubungan antara madrasah dengan lingkungan sekitar.
Dengan terselenggaranya Pesantren Ramadan 1447 H ini, diharapkan seluruh siswa MAN 2 Bandar Lampung tidak hanya meningkat secara spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi serta mampu mengamalkan nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. (Humas)
